Proses Pembuatan Batik Carica Lestari
A. BATIK TULIS
Didalam proses pembuatan bati tulis sangat membutuhkan teknik, kesabaran, dan ketelitian yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan didalam proses pembuatannya dikerjakan secara manual dengan menggunakan keterampilan tangan manusia. Karena pembuatannya yang dilakukan dengan cara manual maka harga kain batik tulis relatif mahal. Berikut cara pembuatan batik tulis :
1. Menyiapkan alat dan bahan, berikut kain mori (mordan agar kandungan kanji kain turun dan memaksimalkan proses pewarnaan).
2. Menggambar design di kertas baru kemudian diaplikasikan ke kain atau biasa disebut dengan ngemal.
3. Memanaskan lilin atau malam hingga mencair sesuai yang diinginkan.
4. Mencelupkan canting kedalam wajan selama 3 detik untuk menyesuaikan suhu.
5. Mulai menggoreskan diatas kain mori atau ngelowongi.
6. Isi pola yang kosong dengan ornamen, atau isian-isian.
7. Pewarnaan dilakukan dengan dua cara pewarnaan celup dan pewarnaan colet.
8. Pewarnaan (colek) dilakukan dengan cara manual dengan menggunakan kuas untuk menghasilkan warna yang berbeda-beda disetiap motifnya.
9. Setelah proses pewarnaan pertama selanjutnya selesai kita menuju tahap fixsasi.
10. Fixsasi merupakan proses mengunci warna supaya warna tidak memudar lagi.
11. Setelah itu dikeringkan.
12. Selanjutnya proses pewarnaan kedua yaitu menutup warna pola yang sudah ada dengan malam dengan menggunakan kuas bertujuan agar pada proses pewarnaan kedua ini warna pada pewarnaan pertama tidak tercampur dengan pewarnaan yang kedua.
13. Pada pewarnaan kedua ini dilakukan dengan dua tahap pencelupan yaitu dengan mencelupkan kedalam pewarna sintetis pertama dan pewarna sintetis yang kedua.
14. Selanjutnya proses pelorotan, proses pelorotan dilakukan untuk menghilangkan malam yang terdapat dikain dengan cara merebus air sebelum mendidih ditambahkan soda abu yang berfungsi untuk mempermudah proses pelorotan malam pada kain.
15. Setelah itu kain dicelupkan ke wadah yang berisi ke air panas yang tidak dicampur dengan soda abu.
16. Setelah itu kain dicelupkan lagi ke air yang diberi larutan soda abu. Pada proses ini malam dipisahkan dari sisa-sisa soda abu.
17. Setelah proses diatas selesai, malam bisa langsung didaur ulang. Dan bisa digunakan untuk proses penembokan.
B. BATIK CAP
Proses pembuatan batik cap tidak seperti pembuatan batik tulis didalam proses produksi menggunakan canting, pada proses pembuatan batik cap yang digunakan adalah cap yaitu stample besar yang sudah di desain menggunakan motif yang terbuat dari tembaga. Berikut adalah proses pembuatan batik cap :
1. Menyiapkan alat dan bahan, berikut kain mori (mordan agar kandungan kanji kain turun dan memaksimalkan proses pewarnaan).
2. Memanaskan lilin atau malam hingga mencair sesuai yang diinginkan
3. Mencelupkan cap kedalam wajan selama 3 detik untuk menyesuaikan suhu.
4. Mulai mengecap diatas kain mori.
5. Pewarnaan dilakukan dengan dua cara pewarnaan celup dan pewarnaan colet.
6. Pewarnaan colet dilakukan dengan cara manual dengan menggunakan kuas untuk menghasilkan warna yang berbeda-beda disetiap motifnya.
7. Setelah proses pewarnaan pertama selanjutnya selesai kita menuju tahap fixsasi.
8. Fixsasi merupakan proses mengunci warna supaya warna tidak memudar lagi.
9. Setelah itu dikeringkan.
10. Selanjutnya proses pewarnaan kedua yaitu menutup warna pola yang sudah ada dengan malam dengan menggunakan kuas bertujuan agar pada proses pewarnaan kedua ini warna pada pewarnaan pertama tidak tercampur dengan pewarnaan yang kedua.
11. Pada pewarnaan kedua ini dilakukan dengan dua tahap pencelupan yaitu dengan mencelupkan kedalam pewarna sintetis pertama dan pewarna sintetis yang kedua.
12. Selanjutnya proses pelorotan, proses pelorotan dilakukan untuk menghilangkan malam yang terdapat dikain dengan cara merebus air sebelum mendidih ditambahkan soda abu yang berfungsi untuk mempermudah proses pelorotan malam pada kain.
13. Setelah itu kain dicelupkan ke wadah yang berisi ke air panas yang tidak dicampur dengan soda abu. Pada proses ini malam langsung di daur ulang.
14. Setelah itu kain dicelupkan lagi ke air yang diberi larutan soda abu.
15. Setelah proses diatas selesai, malam bisa langsung didaur ulang. Dan bisa digunakan untuk proses penembokan.
C. BATIK PRINTING
Batik printing adalah batik yang tergolong modern dari sisi pembuatan, cara pembuatan batik printing hampir sama dengan proses pembuatan spanduk dengan menggunakan sablon manual atau mesin printing modern, dengan berkembangnya batik printing diharapkan dapat mengahasilkan kain batik yang berkualitas dengan proses pembuatan relatif cepat. Adapun proses pembuatan batik printing, sebagai berikut :
1. Siapkan alat cetakan printing (plankan beserta rakelnya)
2. Meja printing dikasih lem bertujuan supaya kain pada saat proses printing tidak bergeser.
3. Siapkan desain.
4. Siapkan kain dasar yang akan diprinting, pastikan posisi kain kenjang supaya tidak bergeser.
5. Cetak desain dalam plankan, jumlah plankan yang dibutuhkan adalah sesuai dengan jumlah warna yang akan digunakan.
6. Letakan plankan diatas kain, lalu tuangkan pewarna dan tarik pewarna dari ujung plankan ke ujung plankan lainnya dengan valet.
7. Keringkan kain mori yang telah diberikan warna dan diamkan 24 jam.
8. Masuk ke proses fiksasi, dengan menggunakan water glass. Tiriskan hingga minimal waktu 2 jam. Setelah benar-benar tiris, dilakukan proses pencucian hingga warna benar-benar tidak luntur.
9. Masukan kain ke dalam rendaman dergen khusus untuk kain batik agar kain lebih lembut dan wangi.
Pemesanan via Instagram @batikcaricalestari
Komentar
Posting Komentar