Asal Muasal Motif Batik Carica Lestari
Batik,
merupakan salah satu karya seni yang
sudah lama ada di Indonesia. Dan pada tahun 2009, UNESCO telah menetapkan batik
merupakan salah satu warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi.
Perkembangan batik di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal
tersebut dibuktikan dengan banyaknya variasi motif yang berkembang. Selain itu,
setiap pengrajin batik berlomba-lomba untuk membuat batik yang syarat akan
makna dan filosofi sesuai dengan ciri khas daerahnya masing-masing. Hal tersebut
juga dilakukan oleh para pengrajin batik yang tergabung dalam kelompok Batik Carica Lestari di Desa Talunombo,
Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Pengrajin batik di desa
tersebut mengusung 3 (tiga) icon daerah
Wonosobo, diantaranya; buah Carica, daun Carica dan daun Purwaceng.
Ketiga icon
tersebut diangkat menjadi motif batik dengan harapan dapat lebih dikenal tidak
hanya di Wonosobo namun juga di kota-kota lain di Indonesia, bahkan ada harapan
untuk memperkenalkan batik khas Wonosobo ini hingga ke manca negara.
Pemilihan ketiga motif tersebut terinspirasi
dari lingkungan sekitar daerah Wonosobo. Wonosobo terkenal akan buah Carica,
daun Carica dan juga daun Purwaceng. Motif buah Carica diadaptasi dari tanaman
Carica yang tumbuh di dataran tinggi Wonosobo yang terkenal dengan rasanya yang
manis dan juga menyegarkan, sekaligus menjadi komoditi andalan yang berasal
dari Wonosobo. Motif yang kedua adalah
daun Carica yang mempunyai manfaat sebagai tanaman obat. Motif yang ketiga
adalah Daun Purwaceng yang bersifat menghangatkan sekaligus menjadi salah satu tanaman obat yang
berasal dari Wonosobo.
Selain ketiga motif tersebut kelompok Batik
Carica Lestari juga berinovasi untuk
membuat motif tumbuhan (motif Ala, teh Tambi, daun Kentang dan daun Sirah).
Motif budaya (motif Kuda Lumping, Tari Lengger Dolalak dan Topeng). Dan motif relief berupa Candi dieng dan motif ikan
mujair.
Komentar
Posting Komentar